Minggu, 10 November 2013

TEMANKU, SAHABATKU, MEREKALAH KELUARGA KEDUAKU


Bagiku tak ada cinta yang tulus setulus kasih sayang orangtua, begitupun yang aku dapatkan dari mereka.. sahabat sekaligus teman bermain setiap hari selama 7 jam kami selalu berbincang, menghabiskan waktu. Sukarnya tugas pun selalu kami lewati bersama dengan rasa kesal, bosan, gembira. Jatuh bangun kami rasakan bersama. Tak ada yang bisa menggantikan sosok seperti mereka, karena hanya merekalah yang mempunyai sifat dan ciri khas seperti itu.

Menahan amarah rasanya kami sudah hafal betul dengan kondisi seperti itu. Tak sampai berhari-hari karena dengan mengingat kenangan bersama pun sudah cukup bagi kami untuk menghapus rasa amarah di hati. Candaan yang selalu menghibur, suara ramai yang membuat suasana menjadi gaduh terkadang menjengkelkan namun ternyata juga menggoreskan percikan rindu akan hangatnya kebersamaan.

Di sini kami mendapatkan rasa kepedulian, semangat, kekompakkan, perasaan haru, mengingat tak semua dari kami berada dalam keluarga yang ideal. Namun semua itu tak pernah membuat kami mundur atau tak bersemangat, karena yang ku lihat mereka selalu tersenyum bahagia seakan tak ada yang terjadi pada kondisi pribadinya masing-masing.

Ya merekalah yang telah memberiku arti percaya diri, kekompakkan, rasa kepercayaan, rasa peduli, saling bahu-membahu di sini aku telah menemukannya. Berteman itu memang tak selalu menyenangkan, ada kalanya susah ada kalanya sedih. Namun tak ada salahnya bila kita tetap menjaga kesetiaan dan kepercayaan seorang teman. Karena ketulusan menerima seseorang terletak pabila dalam kondisi genting.

Tak apa, sejengkel-jengkelnya teman pasti ia memiliki hati yang benar-benar tulus untukmu. Kalau sudah sayang apapun akan terasa sama, walaupun ia menjengkelkan tapi kalau sudah klop ya jalan saja terus. Begitu lah kira-kira gambarannya..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar